Blogger Widgets

Senin, 20 Oktober 2014

Tutorial cara membuat topologi star
1.  Ini adalah halaman awal “Cisco Packet Tracer.” Di sini kita akan membuat topologi star jaringannyaa.

2.  Pada halaman kerja, letakkan beberapa komputer”. Karena “topologi star” menggunakan” 5 komputer”, maka saya juga menggunakan “5 komputer
 3. Kemudian letakkan sebuahswish di tengah-tengahkomputer”. Hubungkan tiapkomputerdenganswish menggunakan kabel” LAN”. Untuk jenis kabel akan ada pilihan yang secara otomatis menyesuaikan jenis kabel dan tampilannya sebagai berikut :


capture.PNG



4. Apabila lampu hijau menyala, berarti perangkat sudah saling terhubung namun belum bisa saling berkomunikasi. Oleh karena itu kita harus member “IP Adrres pada setiap PC”.
5. Kemudian Klik pada “setiap komputer maka akan muncul tampilan berikut .

6. kemudian klik” IP Addres dan Subnet Mask” nya saja. Dikarenakan ini masih jaringan sederhana. Pilih “Static” untuk member “IP” secara manual. Kemudian langsung di “close” saja. Lakukan ini ke tiap-tiapkomputer Dan perlu di ingat, “setiap komputer harus memiliki “IP Address berbeda”

7. sudah mempunyai “IP Address” sekarang sudah dapat berkomunikasi. Untuk mengecek apakah sudah benar dapat saling berkomunikasi kita lakukan proses penge”Ping-a”. Klik pada salah satukomputer lalu pindah ke  tab “Dekstop pilih Command Prompt” ,Setelah itu lakukan komunikasi dengan cara mengecek ip di tiap-tiap komputer lain. Jika berhasil maka PC akan “me-Reply”.

8.  Untuk menggunakan” switch” sama saja caranya dengan di atas, tinggal “Hub” nya dig anti menggunakan “switch”.




Sabtu, 18 Oktober 2014

FEBRI YANTO 


Ø Cara membuat bootable melalui CMD

1.Masukan Flashdisk ke USB port Anda.

2. Buka command prompt
 Start - All Programs - Accesories - Command Prompt
 Klik kanan, lalu pilih "Run As Administrator".

3. Ketik peritah diskpart, maka prompt akan berubah menjadi DISKPART>

4. Selanjutnya ketik list disk untuk menampilkan disk yang tersedia pada komputer kita saat ini


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5Y1wiLvYm6n_Y_4YJpWGFvVf62yffLTo2m3BNjfp6USQ7r0ntkVq-M894kjSFR6Fg4XhL8xJ2MxXvkmOjfJ5VEMr8pKfGVHAfjd7abNWtzSDEuVjDycodSdX6rvB4LKyOm_rMgDa_rHU/s320/Untitled.png


Gambar di atas menunjukkan bahwa Disk 0 adalah harddisk anda sebesar 149GB, sedangkan Disk 1 adalah flashdisk anda yang berkapasitas skitar 2GB. (dianjurkan 4 gb atau 8gb)

5. Format terlebih dahulu  flashdisk anda. Ketik peritah berikut :

ü select disk 1 -> 1 adalah disk yang ingin diformat

ü clean

ü create partition primary

ü select partition 1

ü active

ü format fs=NTFS

ü assign

ü exit

6. Setelah berhasil di format, selanjutnya kita akan membuat flashdisk kita menjadi bootable dengan bantuan utilitas bootsect yang terdapat pada Windows Vista maupun Windows 7.

Selanjutnya

Masukkan DVD Windows 7 pada DVD Drive komputer anda, lalu ubahlah ke direktori dimana DVD tersebut berada, dengan perintah:

ü d:

ü cd d:\boot

ü [dengan asumsi drive DVD saya adalah d]

7. Gunakan bootsect untuk membuat flashdisk anda menjadi bootable. Caranya adalah dengan mengetikkan perintah:

Ketik peritah diskpart

bootsect /nt60 j:

8. Copy semua file instalasi yang ada di DVD drive Anda ke flashdisk Anda
Bila telah dicopy, sekarang flashdisk Anda telah bisa bootable.